Mensinergikan 'Jokowi Effect' Melalui Soliditas Gerakan Kultural Hubbul Wathan Minal Iman untuk Trah PSI 2029
Oleh : Maulana Maududi
(Pemimpin Redaksi Solidaritas Times / Ketua Umum DPP Solidaritas Dakwah Kebangsaan (SDK) & Ketua Umum DPP Central Analisa Strategis - CAS)
Strategi memenangkan PSI pada Pemilu 2029 berpusat pada optimalisasi ketokohan Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi). Hal ini dimanifestasikan melalui penguatan mesin partai hingga tingkat desa serta gerakan kultural yang mensinergikan nilai keislaman dan nasionalisme (Hubbul Wathan Minal Iman).
Peran aktif Solidaritas Dakwah Kebangsaan (SDK) , menjadikan Islam sebagai pilar moderasi yang bersinergi dengan visi nasionalis PSI. Gerakan ini menjembatani partai dengan tokoh-tokoh agama, masyarakat, dan pondok pesantren untuk mengikis sekat identitas.
Solidaritas Dakwah Kebangsaan (SDK) menjalankan peran strategis sebagai jembatan kultural dan ideologis yang membumikan prinsip Islam wasathiyah (moderat). Melalui pendekatan dakwah yang merangkul kemajemukan, gerakan ini merajut nilai-nilai keislaman dengan visi nasionalisme.
Penguatan Ukhuwah Wathaniyah dengan menjadikan semangat persaudaraan umat Islam sebagai perekat persatuan bangsa dan menumbuhkan nasionalisme (hubbul wathan minal iman).
Penguatan Ukhuwah Wathaniyah oleh DPP SOLIDARITAS DAKWAH KEBANGSAAN di PSI merupakan strategi menjadikan semangat persaudaraan umat Islam sebagai perekat persatuan bangsa dan penumbuh nasionalisme (hubbul wathan minal iman). Langkah ini diwujudkan melalui program Partai Solidaritas Indonesia yang merangkul keberagaman dan mengikis polarisasi identitas demi keutuhan NKRI.
Inklusivitas berbasis nilai akan menepis anggapan bahwa nasionalisme dan nilai religius saling bertentangan dengan membumikan nilai hubbul wathan minal iman sebagai pilar moral berbangsa.
Merajut rutinitas dialog lintas elemen akan menjadikan semangat persaudaraan umat Islam (ukhuwah Islamiyah) sebagai jembatan untuk merawat persaudaraan sebangsa (ukhuwah wathaniyah) dengan kelompok lain di luar Islam.
Fokus melakukan program kebangsaan dengan mengedepankan narasi persatuan dalam program kepemudaan untuk memperkuat kesadaran multikultural di masyarakat.
Kemudian dengan pendekatan tokoh dan institusi untuk membangun dialog dan kerja sama inklusif dengan ulama, tokoh masyarakat, serta pondok pesantren untuk mengikis sekat identitas dan eksklusivisme.
Pendekatan tokoh dan institusi untuk membangun dialog inklusif dengan pesantren dan ulama dilakukan melalui silaturahmi kultural, kemitraan program, dan keteladanan tokoh. Langkah ini mengikis sekat identitas dan eksklusivisme melalui pemahaman ajaran yang terbuka, kolaborasi sosial, dan penghormatan terhadap keragaman.
Pendekatan personal (kultural) dengan melakukan dialog dari hati ke hati (simpatik) tanpa menggurui untuk menyamakan visi kebangsaan dan kemanusiaan.
Keteladanan (Uswah Hasanah), melibatkan tokoh secara langsung dalam kegiatan sosial lintas iman dan budaya agar nilai inklusivitas terlihat dan dicontoh oleh santri dan sangat berpengaruh terhadap penguatan akar rumput PSI yang dirawat oleh DPP SOLIDARITAS DAKWAH KEBANGSAAN.
Forum Halaqah/Sarasehan dengan menginisiasi diskusi rutin yang melibatkan Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), tokoh masyarakat, akademisi setempat (seperti dari perguruan tinggi di wilayah Jawa Barat), dan para pimpinan pondok pesantren, adalah sasaran yang sangat tepat untuk kemudian menjadi keberlanjutan program penguatan misi merawat solidaritas dakwah kultural.
Sehingga dengan bekerja sama terhadap instansi terkait untuk mengadakan pembinaan nilai-nilai tawassuth (moderat), tasamuh (toleran), dan ta'awun (tolong-menolong), akan menjadi keniscayaan yang tak terbantahkan.
Terpenting juga adalah deredikalisasi untuk mencegah ekstremisme dengan mengedepankan toleransi (tasamuh), keadilan, dan keseimbangan dalam kehidupan bermasyarakat yang majemuk.
Sehingga pemberdayaan umat melalui pengembangkan program filantropi dan ekonomi keumatan agar nilai moderasi beragama dirasakan langsung manfaatnya oleh masyarakat.
Melalui sinergi ini, Dewan Pengurus Pusat Solidaritas Dakwah Kebangsaan (DPP SDK) membantu Partai Solidaritas Indonesia menjangkau basis pemilih muslim tradisional sekaligus mengukuhkan posisi partai sebagai pilar pluralisme yang menjunjung tinggi toleransi di Indonesia.
Lebih lanjut melalui pendampingan sosial rutin bagi kader diinstruksikan untuk memiliki kehidupan sosial yang membaur dengan warga—seperti rajin takziah, menghadiri pengajian, dan tahlilan—agar tidak hanya muncul saat musim kampanye.
Sehingga mobilisasi akar rumput oleh Jokowi yang bertindak sebagai motivator dan penggerak langsung yang turun menyapa masyarakat hingga tingkat kecamatan. Kehadiran langsung ini diibaratkan sebagai "menanam" yang panen politiknya diproyeksikan pada Pemilu 2029.
Manuver mobilisasi akar rumput oleh Joko Widodo (Jokowi) memposisikan dirinya sebagai motor penggerak politik yang aktif turun langsung menyapa masyarakat. Gerakan yang menyasar hingga tingkat kecamatan ini berfungsi ganda: merawat loyalis dan memperkuat mesin partai, dengan proyeksi panen elektoral yang signifikan untuk Pemilu 2029.
Jokowi secara aktif turun gunung untuk merapikan struktur organisasi partai, seperti Partai Solidaritas Indonesia (PSI), agar mesin politik benar-benar hidup dan mengakar hingga ke pelosok desa.
Ia mengarahkan para pendukung dan kadernya untuk hadir dan membantu masalah harian masyarakat (seperti takziah atau kondangan), bukan sekadar muncul saat musim kampanye.
Sehingga melakukan safari ke daerah adalah langkah terbaik dengan kunjungan ke basis-basis massa kuatnya di luar Jawa, serta menjadwalkan safari lanjutan ke berbagai daerah seperti Jawa Barat untuk menggalang dukungan akar rumput.
Dengan menanamkan kehadiran emosional yang kuat secara konsisten, kekuatan Jokowi & Solidaritas Dakwah Kebangsaan (SDK) dinilai sedang membangun lumbung suara baru. Manuver ini diprediksi menjadi investasi jangka panjang untuk mendongkrak elektabilitas figur maupun partai politik tertentu pada kontestasi Pemilu 2029.
Lampung, 28 Juni 2026