Lawan Politik Makin Ketar Ketir, Ahmad Ali Buka Kartu, Lebih Dari Belasan Orang Anggota DPR RI Segera Merapat ke PSI
JAKARTA || SOLIDARITAS TIMES
Tanpa Mahar Politik, Murni Percaya Pada Politik Gagasan dan Budaya Partai Yang Sehat, dikhabarkan belasan anggota DPR RI akan segera bergabung di Partai Solidaritas Indonesia (PSI) dalam waktu dekat ini.
Hal ini dekemukan oleh H. Ahmad Ali selaku Ketua Harian DPP PSI, kepada Solidaritas Times di Jakarta, Selasa (07-06-2026).
Menurut H. Ahmad Ali, praktik politik tanpa mahar menjadi fondasi penting dalam membangun budaya kepartaian yang sehat. Komitmen ini membebaskan kader partai dari beban finansial agar mereka dapat sepenuhnya berfokus pada ide, gagasan, dan rekam jejak, sekaligus mengembalikan kepercayaan masyarakat terhadap proses demokrasi.
"Setidaknya hal ini menjadi alasan ulama para politisi senayan untuk bergabung dan bertumbuh kembang di PSI. Pemberian akses yang adil oleh PSI dengan menghilangkan mahar politik memastikan bahwa setiap individu, tanpa memandang latar belakang ekonomi, memiliki kesempatan yang setara untuk dicalonkan dan mengabdi kepada masyarakat", ujar H. Ahmad Ali.
Lebih lanjut H. Ahmad Ali mengatakan bahwa dengan bergabungnya para politisi dari berbagai lintas partai yang telah memiliki pengalaman menjadi legislator senayan, maka PSI selalu fokus pada kapasitas dan integritas calon kader yang direkrut. Rekrutmen dan dukungan politik didasarkan pada kompetensi, visi, dan program kerja yang pro-rakyat, bukan pada seberapa besar modal finansial yang dimiliki calon legislatif ataupun mungkin kemudian sebagai kepala daerah.
H. Ahmad Ali juga menjelaskan bahwa langkah pencegahan korupsi dengan meniadakan biaya pencalonan dari partai, kandidat (legislatif dan Kepala Daerah), terhindar dari tekanan untuk melakukan korupsi atau "balik modal" ketika terpilih. Sehingga pendidikan politik berkelanjutan sebagai partai yang sehat, PSI akan membekali kadernya dengan pemahaman tata kelola pemerintahan yang baik, pendidikan ideologi, serta strategi komunikasi publik berbasis gagasan, seperti yang diselenggarakan dalam berbagai program bimbingan teknis anggota DPR.
"Konsep ini dirancang oleh PSI untuk menciptakan tradisi di mana PSI sebagai partai politik berfungsi menjadi ruang kaderisasi gagasan dan tidak alih-alih hanya sekadar mesin transaksional. Gerakan ini sejalan dengan idealisme PSI untuk mengembalikan politik sebagai alat perjuangan kesejahteraan yang bersih", tandas H. Ahmad Ali. (REDAKSI)