Langkah Cerdas Transformasi Partai Solidaritas Indonesia (PSI) untuk Merawat Harmoni Nilai-nilai Keislaman dan Kebangsaan
Oleh : Maulana Maududi
(Pemimpin Redaksi Solidaritas Times / Ketua Umum DPP Solidaritas Dakwah Kebangsaan (SDK) & Ketua Umum DPP Central Analisa Strategis - CAS)
Transformasi Partai Solidaritas Indonesia (PSI) yang memperkuat nilai-nilai keislaman dan kebangsaan kini berada di jalur yang tepat. Langkah ini memperkuat solidaritas melalui dakwah yang merangkul keberagaman, mengedepankan Islam washatiyah (jalan tengah), serta merawat kebinekaan untuk memperkuat persatuan nasional.
Penguatan Hubbul Wathan dengan mengembangkan nilai-nilai keislaman berbasis Hubbul Wathan Minal Iman (cinta tanah air adalah sebagian dari iman) dengan wawasan kebangsaan yang inklusif. Plus kolaborasi ulama dan umara, dengan sendirinya akan mendorong pendekatan sinergis antara tokoh agama dan pemerintah untuk mencegah radikalisme dan mewujudkan pembangunan yang merata.
Sehingga transformasi total partai melalui agenda konsinyering berskala nasional, PSI menegaskan arah baru dan kesiapannya dalam menghadapi percaturan politik dengan membawa semangat keterbukaan serta toleransi.
Arah baru Partai Solidaritas Indonesia (PSI) yang memadukan nilai keislaman dan semangat kebangsaan tercermin dalam langkah strategis partai melalui sayap organisasi seperti Solidaritas Dakwah Kebangsaan. Upaya ini diarahkan untuk memperluas basis dukungan dan menumbuhkan nilai-nilai moderasi.
Pergeseran ini ditandai dengan berbagai langkah taktis dan strategis yang dilakukan oleh H. Ahmad Ali selaku Ketua Harian DPP PSI sekaligus Ketua Dewan Pembina DPP Solidaritas Dakwah Kebangsaan (SDK) dengan langkah pembaruan identitas dan mesin politik. PSI secara resmi melakukan transformasi identitas melalui Kongres Nasional yang mereposisi posisinya dalam percaturan politik nasional menuju Pemilu 2029.
Dan ketika peran figur sentral Presiden ke 7 RI H. Joko Widodo hadir membersamai PSI sebagai motivator partai di bawah kepemimpinan Ketua Umum Kaesang Pangarep, untuk memperkuat mesin politik hingga ke akar rumput, diyakini akan mempertajam gerakan Solidaritas Dakwah Kebangsaan dimaksud.
Tak terbantahkan bahwa bergabungnya wajah baru yang Inklusif dari tokoh-tokoh politik senior serta formasi wajah baru menjadikan PSI sebagai partai yang lebih terbuka dan inklusif sejalan dengan slogan "Partai Super Tbk". Sehingga dalam kiprahnya, PSI mendasarkan perjuangannya pada konsep hubbul wathan minal iman (cinta tanah air adalah sebagian dari iman) demi menjaga harmoni dan kemajemukan di Indonesia sebagaimana kajian yang membahas nilai-nilai Islam berwawasan kebangsaan.
Konsep hubbul wathan minal iman (cinta tanah air sebagian dari iman) yang dilakukan PSI, akan menjadi landasan moral dalam mengintegrasikan nilai-nilai keislaman dan rasa nasionalisme di Indonesia. Gagasan ini menjembatani identitas religius dengan komitmen kebangsaan demi merawat kemajemukan.
Di Indonesia, ideologi Islam yang berwawasan kebangsaan biasanya dipelopori oleh ormas Islam besar seperti Nahdlatul Ulama. Konsep ini menegaskan bahwa kesetiaan kepada negara dan penerimaan terhadap dasar negara Pancasila adalah wujud nyata dari keimanan. Dalam konteks politik, semangat ini sering diterjemahkan sebagai upaya merangkul keberagaman, menolak sektarianisme, dan mengutamakan gotong royong.
Terkait dengan Partai Solidaritas Indonesia (PSI), partai ini memposisikan dirinya sebagai partai nasionalis yang berfokus pada pluralisme dan hak-hak warga negara. Meskipun PSI secara konsisten menolak politisasi agama—seperti penolakan terhadap Perda berbasis agama karena dianggap berpotensi memecah belah persatuan nasional—perjuangan mereka terhadap kerukunan dan persatuan sejalan dengan semangat merawat harmoni dalam kajian keislaman yang toleran.
Depok, 9 Juli 2026