Kesantunan Adab Berpolitik untuk Menciptakan Politik Tanpa Jarak Disaat Mantan Pejabat Tetap Blusukan Membersamai Rakyatnya

Nasional 03 Jul 2026 21:00 3 min read 96 views By Maulana Maududi
Kesantunan Adab Berpolitik untuk Menciptakan Politik Tanpa Jarak Disaat Mantan Pejabat Tetap Blusukan Membersamai Rakyatnya
"Dan Pak Jokowi melakukan itu di tengah-tengah masyarakat, dimana beliau menyampaikan ucapan terima kasih secara langsung yang ianya telah mendapatkan amanah sebagai Presiden RI selama dua periode di tahun 2014-2019 & 2019-2024"

Oleh : Maulana Maududi 

(Pemimpin Redaksi Solidaritas Times / Ketua Umum DPP Solidaritas Dakwah Kebangsaan (SDK) & Ketua Umum DPP Central Analisa Strategis - CAS)

Menurut H. Ahmad Ali yang saat ini menjabat sebagai Ketua Harian DPP PSI dan Ketua Dewan Pembina DPP Solidaritas Dakwah Kebangsaan, bahwa dengan adanya mantan presiden (pejabat) berkeliling ke masyarakat pasca berakhirnya jabatannya, akan menjadi satu tradisi yang harus kita jadikan adab dalam berpolitik, yang selama ini menjadi tren politik masyarakat, bahwa banyak yang suka sekali berkunjung ke masyarakat ketika ada maunya dan belum menjadi apa-apa demi mendapatkan suara masyarakat. Tapi ketika mereka sudah selesai, mereka tidak lagi mau bersentuhan dengan masyarakat. 

Seharusnya dalam perspektif itu, kita harus melakukan suatu hal dengan melihat kebutuhan politik sebagai upaya memperbaiki demokrasi kita. Agar supaya pemimpin yang telah berakhir dipilih oleh masyarakat, mereka tetap berkeliling di masyarakat untuk mengucapkan terima kasih atas amanah yang telah diberikan kepadanya. 

"Dan Pak Jokowi melakukan itu di tengah-tengah masyarakat, dimana beliau menyampaikan ucapan terima kasih secara langsung yang ianya telah mendapatkan amanah selama dua periode di tahun 2014-2019 & 2019-2024", terang H. Ahmad Ali. 

Kunjungan ke masyarakat pasca-masa jabatan adalah langkah strategis untuk merawat basis massa dan menjaga relevansi politik. Praktik ini harus diniatkan untuk pengabdian berkelanjutan. 

Adapun pedoman etika dan operasional dalam menjalankannya dengan meniatkan untuk Pengabdian. Fokuskan kunjungan untuk menyerap aspirasi, memonitor implementasi kebijakan, dan menyambung silaturahmi, bukan semata-mata manuver kekuasaan.

Kemudian hindari beban anggaran negara. Karena sudah tidak memiliki kewenangan pejabat negara, lakukan kunjungan dengan dana pribadi atau dukungan partai/organisasi agar tidak menimbulkan konflik kepentingan.

Selanjutnya fokus pada aksi nyata denga memrikan nilai tambah bagi warga yang dikunjungi, misalnya melalui kerja sama pembinaan UMKM, kegiatan filantropi, atau memberikan advokasi terhadap masalah yang sedang dihadapi warga setempat. Aktivitas turun ke masyarakat yang dilakukan dengan tulus akan membangun ikatan emosional jangka panjang, sehingga sosok terkait akan tetap dihormati dan didengar sebagai tokoh masyarakat.

Niat luhur tersebut merupakan wujud integritas dan komitmen moral purnatugas yang sangat ideal untuk menjaga kepercayaan publik. Praktik pengabdian ini sejalan dengan prinsip good governance yang menjamin pelayanan dan kebijakan tetap relevan dengan kebutuhan riil di tengah masyarakat.

Langkah konkret yang dapat diimplementasikan untuk mewujudkan fokus tersebut meliputi denga mendengar kangsung (Serap Aspirasi). Melakukan dialog akar rumput secara inklusif tanpa protokoler yang kaku, sehingga masyarakat bawah merasa didengar dan suara mereka dapat dijembatani kepada pemangku kebijakan yang relevan.

Evaluasi lapangan (Monitor Kebijakan) dengan menggunakan data dan realita di lapangan untuk mengukur efektivitas program pemerintah, memastikan regulasi berjalan tepat sasaran, dan mengidentifikasi celah yang perlu diperbaiki.

Kemudian merawat komunikasi (Menyambung Silaturahmi). Menjaga jaringan dengan tokoh masyarakat, tokoh agama, dan kolega lintas sektor untuk membangun kolaborasi jangka panjang yang berorientasi pada solusi.

Maka ketika mantan Presiden Joko Widodo (Jokowi) tetap konsisten mengunjungi dan menyapa masyarakat di berbagai daerah. Ia melakukan safari ke berbagai wilayah, adalah sesuatu hal yang lumrah seperti kunjungan ke Lampung, untuk bertemu langsung dengan warga. Menurutnya, ia masih orang kampung dan desa yang merasa tidak berubah meski tidak lagi menjabat.

Jakarta, 3 Juli 2026

Recent Articles